Warga Dusun Kaduomas Gotong Royong Perbaiki Jalan Kabupaten Jelang Idul Fitri

 

Gotong Royong Masyarakat 
Rabu, 18 Maret 2026. Foto: desaciwalen.id

Kaduomas, 18 Maret 2026 — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan oleh warga Dusun Kaduomas melalui kegiatan perbaikan swadaya jalan kabupaten yang melintasi wilayah mereka. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (18/3) dan dipromotori langsung oleh Kepala Dusun bersama Ketua Karang Taruna setempat.

Perbaikan jalan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Jalan tersebut merupakan akses utama warga dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, termasuk mobilitas saat arus mudik dan silaturahmi Lebaran.

Agus Sutisna selaku Kepala Dusun Kaduomas dalam keterangannya menyampaikan bahwa inisiatif perbaikan ini merupakan hasil musyawarah warga yang mengedepankan semangat gotong royong. “Kami menyadari bahwa jalan ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat. Menjelang Lebaran, tentu mobilitas akan meningkat, baik untuk keperluan mudik, silaturahmi, maupun aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, kami bersepakat untuk melakukan perbaikan secara swadaya,” ujarnya.  Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan warga secara langsung dalam kegiatan ini menjadi bukti nyata kuatnya rasa kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. “Ini bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga,” tambahnya.

Sementara itu, Moh.Khozaim selaku Ketua Karang Taruna Dusun Kaduomas menegaskan bahwa peran generasi muda sangat penting dalam mendukung kegiatan sosial seperti ini. Menurutnya, pemuda tidak hanya menjadi tenaga utama dalam proses perbaikan, tetapi juga berperan dalam mengorganisir kegiatan, mulai dari perencanaan, penggalangan partisipasi, hingga pelaksanaan di lapangan. “Kami dari Karang Taruna berupaya menggerakkan teman-teman pemuda untuk aktif berkontribusi. Ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Dengan keterlibatan langsung, kami berharap rasa memiliki terhadap lingkungan semakin kuat,” jelasnya.

Tampak Ruas Jalan Kaduomas-Pamujaan Sebelum Perbaikan
Rabu, 18 Maret 2026. Foto: desaciwalen.id

Proses perbaikan jalan dilakukan secara bertahap, meliputi penimbunan lubang dengan material batu, semen dan pasir, pemadatan permukaan jalan, serta perataan bagian-bagian yang mengalami kerusakan cukup parah. Meski dilakukan dengan keterbatasan alat dan dana, hasil kerja keras warga mulai terlihat dengan kondisi jalan yang lebih rata dan aman untuk dilalui kendaraan.

Selain fokus pada perbaikan fisik jalan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sosial antarwarga. Suasana kerja bakti yang penuh keakraban dan kekompakan mencerminkan nilai-nilai gotong royong yang masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Warga saling membantu, berbagi tugas, dan menunjukkan kepedulian nya.

Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran kolektif dalam menjaga dan membangun lingkungan masih menjadi kekuatan utama di tingkat dusun. Keterlibatan aktif warga juga menjadi indikator keberhasilan dalam membangun partisipasi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Tampak Ruas Jalan Kaduomas-Pamujaan Setelah Perbaikan
Rabu, 18 Maret 2026. Foto: desaciwalen.id

Dengan selesainya perbaikan jalan ini, diharapkan aktivitas masyarakat Dusun Kaduomas dapat berjalan lebih lancar, terutama selama periode Idul Fitri. Akses yang lebih baik tidak hanya mendukung kelancaran arus mudik dan silaturahmi, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi warga.

Ke depan, warga berharap adanya perhatian lebih lanjut dari pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas infrastruktur secara menyeluruh. Namun demikian, semangat swadaya dan gotong royong akan terus dipertahankan sebagai fondasi utama dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Kegiatan ini menjadi contoh nyata bahwa dengan kebersamaan dan partisipasi aktif, masyarakat mampu menghadapi berbagai tantangan secara mandiri. Dusun Kaduomas pun kembali membuktikan bahwa nilai gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan kekuatan nyata dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.


0 Komentar